Mereka bukan Nabi yang dilengkapi keajaiban mukjizat, atau superhero yang mempunyai kekuatan super. Mereka sama sepertimu, manusia biasa!!! Tapi apa yang mereka lakukan, membuat jantungmu berdegup kencang, andrenalin dalam tubuhmu meningkat drastis dengan terobosan-terobosan mereka. Siapa mereka? Dengan penuh semangat, saya berkata, mereka adalah 7 manusia pemicu andrenalin. Buka halaman perhal…
Pada tahun 1930-an dunia mengalami apa yang disebut zaman malaise, krisis ekonomi. AKan tetapi ketika itu pula pergerakan politik kebangsaan yang radikal menaikkan aktivitasnya. Ketika itu pulalah de Jonge, Gubernur Jenderal, yang konservatif, bukan saja mengadakan penghematan anggaran belanja Hindia Belanda, tetapi juga-dan lebih penting-melakukan pengekangan pergerakan kebangsaan. Di zaman ma…
Setelah berkuasa di Padang pada 1819, Belanda ingin berkuasa juga di pedalaman Minagkabau., Dengan dikuasainya daerah itu posisi Inggris dari segi ekonomi akan melemahkan, begitu pula pengaruh Padri ke daerah pesisir. Kaum Padri, di bawah pimpinan Tuanku Imam Bonjol, juga melakukan persiapan untuk menghadapi Belanda. Setiap luhak (daerah) dipimpin oleh perwira Padri. Tiap nagari dikepalai pemim…
Filsafat Tionghoa adalah filsafat yang ditulis dalam tradisi pemikiran orang Tionghoa. Filsafat Tiongkok merepresentasikan alur tradisi intelektual dan budaya Cina yang telah dimulai semenjak awal dicatatnya sejarah mereka hingga masa kini. Rasanya tidak berlebihan jika pelajaran berharga yang bisa kita tarik dari sejarah filsafat Tiongkok adalah seni ketangguhan, bagaimana mereka jatuh-bangun…
Buku ini mengulas balik perjalanan hidup Tjokroaminoto, salah satu tokoh besar pendiri bangsa ini. Meneladani Tjokroaminoto untuk menemukan kembali esensi dari didirikannya bangsa Indonesia.
Habibie & Ainun adalah salah satu koleksi buku yang dimiliki Perpustakaan FT UGM. Buku ini pernah diangkat dalam film. Tentunya, kisah Habibie dan Ainun dapat menjadi contoh pada generasi muda sekarang, terkait perjuangan dan cinta mereka yang tak lekang dimakan usia.
Dua kali gagal dalam Pilgub Jawa Timur tidak membuat Khofifah Indar Parawansa putus asa. Hingga akhirnya, ia berhasil menduduki jabatan tertinggi di Provinsi Jawa Timur bersama Emil Dardak. Bahkan, ia rela melepas jabatan sebagai menteri sosial demi mengabdikan diri untuk daerah kelahirannya. Dikenal keras, dan sederhana, Khofifah bercita-cita ingin menciptakan politik yang soft dan friendly. …